Kamis, 08 April 2010

Tugas Bahasa Indonesia

ANALISIS MATERI
BERBICARA


Standar Kompetensi : 2. Mengungkapkan pikiran, pendapat, perasaan, fakta secara lisan dengan menanggapi suatu persoalan, menceritakan hasil pengamatan atau berwawancara.

Kompetensi Dasar : 2.1 Menanggapi suatu persoalan atau peristiwa dan memberikan saran pemecahannya dengan memperhatikan pilihan kata dan santun berbahasa.

Aspek : Kebahasaan

Konten : Pilihan kata dan santun berbahasa dalam memberikan tanggapan

Substansi :
1. Pengertian tanggapan
2. Macam-macam komentar
3. Pilihan kata dalam berkomentar
4. Bahasa yang santun dalam berkomentar
5. Contoh permasalahan dan tanggapannya

ANALISIS MATERI
BERBICARA


Standar Kompetensi : 2. Mengungkapkan pikiran, pendapat, perasaan, fakta secara lisan dengan menanggapi suatu persoalan, menceritakan hasil pengamatan atau berwawancara.

Kompetensi Dasar : 2.2 Menceritakan hasil pengamatan atau kunjungan dengan bahasa runtut baik dan benar.

Aspek : Kebahasaan

Konten : Bahasa runtut baik dan benar

Substansi :
1. Laporan hasil penelitian
2. Ciri-ciri laporan yang baik
3. Bahasa runtut baik dan benar dalam menceritakan pengamatan
4. Contoh laporan hasil pengamatan

ANALISIS MATERI
BERBICARA


Standar Kompetensi : 2. Mengungkapkan pikiran, pendapat, perasaan, fakta secara lisan dengan menanggapi suatu persoalan, menceritakan hasil pengamatan atau berwawancara.

Kompetensi Dasar : 2.3 Berwawancara sederhana dengan narasumber (petani, pedagang, nelayan, karyawan, dll) dengan memperhatikan pilihan kata dan santun berbahasa.
Aspek : Kebahasaan

Konten : Pilihan kata dan santun berbahasa dalam berwawancara

Substansi :
1. Kegiatan wawancara
2. Pilihan kata dalam mengajukan pertanyaan
3. Santun berbahasa dalam berwawancara
4. Contoh kegiatan wawancara

ANALISIS MATERI
BERBICARA


Standar Kompetensi : 6. Mengungkapkan pikiran dan perasaan secara lisan dalam diskusi dan bermain drama.

Kompetensi Dasar : 6.1 Mengomentari persoalan faktual disertai alasan yang mendukung dengan memperhatikan pilihan kata dan santun berbahasa.

Aspek Substansial : Kebahasaan

Konten : Pilihan kata dan santun berbahasa dalam berkomentar

Substansi :
1. Persoalan faktual
2. Komentar
3. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memberi komentar
4. Pilihan kata dalam berkomentar
5. Bahasa yang santun dalam berkomentar
6. Contoh komentar

ANALISIS MATERI
BERBICARA


Standar Kompetensi : 6. Mengungkapkan pikiran dan perasaan secara lisan dalam diskusi dan bermain drama.

Kompetensi Dasar : 6.2 Memerankan tokoh drama dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat.

Aspek Substansial : Kebahasaan

Konten : Lafal, intonasi, dan ekspresi dalam memerankan tokoh drama

Substansi :
1. Pengertian drama
2. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam memerankan tokoh drama
3. Lafal dalam memerankan tokoh drama
4. Intonasi dalam memerankan tokoh drama
5. Ekspresi dalam memerankan tokoh drama
6. Contoh naskah drama

PENGEMBANGAN MATERI

Menanggapi Suatu Persoalan dan Peristiwa
Suatu peristiwa atau persoalan biasanya memunculkan sebuah tanggapan. Menanggapi suatu persoalan atau peristiwa berarti mengemukakan komentar terhadap persoalan atau peristiwa yang terjadi. Jika mendengar suatu pendapat dari seseorang, kamu dapat mengemukakan komentar terhadap topik yang dipersoalkan.
Komentar yang dikemukakan dapat berupa :
1. Saran , mengemukakan suatu solusi pemecahan masalah
2. Pertanyaan, mengemukakan pertanyaan yang masih berhubungan dengan persoalan yang di bicarakan
3. Persetujuan, mengemukakan dukungan maupun penolakan tentang suatu persoalan
4. Kritikan , mengemukakan kritik atau perbaikan tentang permasalahan yang membutuhkan pemecahan
Tiga hal yang perlu diperhatikan dalam megemukakan suatu tanggapan, yakni :
1. Apakah tanggapan itu mendukung atau menolak topik dalam permasalahan
2. Berikan alasan yang kuatyng disertai bukti dan contoh yang berkaitan dengan penolakan atau dukungan tersebut
3. Gunakan bahasa yang santun dan efektif sehingga tanggapan itu mudah dipahami
Dalam menanggapi suatu persoalan, kita harus mengetahui dan memahami persoalan tersebut, sebab jika kita tidak memahami persoalan itu, maka kita tidak akan dapat memberikan tanggapan secara sempurna. Dalam mengemukakan pendapat, kita harus dapat memilih kata-kata yang sesuai dengan pokok permasalahan yang sedang dibicarakan. Jangan menggunakan kata-kata yang terlalu rumit dan melenceng jauh dari permasalahan, karena dikhawatirkan tanggapan kita memiliki kekuatan yang lemah dan tidak memberikan manfaat apapun, serta agar orang lain yang mendengar tanggapan, apalagi jika orang tersebut bertentangan dengan kita, tidak merasa sakit hati. Dalam menyampaikan tanggapan sebaiknya juga menggunakan bahasa yang santun, dalam artian menyampaikan suatu tanggapan hendaknya secara sopan sehingga orang lain yang mendengar tanggapan kita, apalagi yang bertentangan dengan kita tidak merasa tersinggung.

Contoh persoalan dan tanggapannya
Persoalan : Banyak anak di bawah umur lebih suka menyaksikan tayangan sinetron remaja di televisi, hal ini dikhawatirkan menimbulkan dampak negatif bagi perkembangan anak.
Tanggapan : Sebaiknya anak-anak di bawah umur memang harus dibatasi dalam menyaksikan sinetron remaja tersebut, atau paling tidak ada pendamping dari orang tua. Sebab, seringkali ada beberapa adegan sinetron yang tidak mendidik dan tidak layak untuk ditonton anak-anak di bawah umur.


Menceritakan Hasil Pengamatan atau Kunjungan
Setelah melakukan pengamatan terhadap suatu kegiatan, kita bisa membuat laporan hasil pengamatan. Laporan hasil pengamatan tersebut sebaiknya memuat tentang judul pengamatan, waktu pengamatan, tempat dan lokasi pengamatan, hal yang diamati, pengamat, dan deskripsi pengamatan. Setelah laporan tersebut tersusun, hal selanjutnya yang kita lakukan adalah melaporkan hasil pengamatan tersebut. Laporan hasil pengamatan hendaknya mengemukakan hal-hal penting dan menarik. Disamping itu dalam melaporkan hasil pengamatan kita juga harus memahami ciri-ciri laporan yang baik. Berikut ini ciri-ciri laporan yang baik, yakni :
1. Ditulis dalam bahasa yang baik dan jelas, serta tidak menimbulkan salah pengertian
2. Didasari oleh fakta yang benar dan meyakinkan
3. Disajikan secara lengkap
4. Menarik dan enak dibaca
Dalam melaporkan hasil penelitian, sebaiknya menggunakan bahasa yang runtut baik dan benar, dalam artian laporan itu disampaikan sesuai prosedur dan langkah-langkah yang telah ada serta sesuai dengan peristiwa yang benar-benar terjadi dan penting. Hal tersebut didasarkan agar penyampaian laporan terlihat menarik dan tidak menimbulkan kesalahan penafsiran.



























Wawancara dengan Narasumber
Wawancara adalah bentuk percakapan dengan maksud tertentu yang dilakukan oleh dua pihak ( pewawancara dan orang yang diwawancarai ). Orang yang melakukan wawancara disebut pewawancara, sedangkan orang yang diwawancarai disebut narasumber. Ketika menjadi pewawancara, kamu mengajukan pertanyaan kepada orang yang diwawancarai. Tujuan wawancara adalah untuk mengungkapkan pendapat tokoh atau narasumber tentang suatu hal.
Untuk dapat melakukan wawancara dengan baik, pewawancara sebaiknya melakukan beberapa persiapan. Persiapan yang dilakukan adalah membuat daftar pertanyaan dan menyiapkan peralatan yang digunakan, misalnya bolpoin, kertas dan perekam suara.
Pemilihan kata dalam berwawancara itu sangat penting. Berikut ini adalah beberapa pemilihan kata tanya yang digunakan dalam berwawancara beserta kegunaannya.
Kata Tanya Kegunaan
Apa Menanyakan hal
Siapa Menanyakan orang
Dimana Menanyakan tempat
Mengapa Menanyakan sebab
Bagaimana Menanyakan keadaan
Kapan Menanyakan waktu
Berapa Menanyakan jumlah

Dalam menyampaikan pertanyaan, kita harus menggunakan bahasa yang santun, dalam artian penyampaiannya secara sopan, mudah dipahami, dan tidak berbelit-belit. Hal tersebut dikarenakan agar narasumber merasa dihargai, selain itu kegiatan wawancara akan berjalan lancar dan interaktif.
Berikut contoh kegiatan wawancara
Dimas :” Selamat siang, Pak ?”
Pak Doni :” Selamat siang, nak. Ada yang bisa bapak bantu ?”
Dimas : “Saya ingin mewawancarai Bapak. Apakah Bapak bersedia ?”
Pak Doni :” Oh silakan, Bapak senang bisa diwawancarai.”
Dimas : “saya mulai ya Pak. Kapan Bapak mulai berjualan bakso ?”
Pak Doni : “Bapak berjualan sejak umur 24 tahun. Waktu itu Bapak di PHK sehingga Bapak berjualan bakso.”
Dimas :” Apakah Bapak berjualan setiap hari ?”
Pak Doni : “Ya, Bapak berjualan mulai pukul 10.00 – 19.00”
Dimas : “Wah, lama juga ya, Pak !”


Mengomentari Masalah Faktual
Persoalan faktual adalah persoalan yang sedang terjadi. Setiap hari, persoalan faktual secara silih berganti terjadi. Dari berbagai persoalan yang muncul, tidak jarang memunculkan respon dari kita. Respon yang muncul sangat beragam bentuknya, ada yang berupa saran, kritik, dan komentar. Komentar adalah ulasan atau tanggapan suatu persoalan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memberi komentar terhadap suatu persoalan adalah :
1. Penggunaan bahasa yang santun dan pemilihan kata yang tepat
2. Gunakan kalimat yang efektif dan efisien
3. Tidak menonjolkan pendapat pribadi
Pemilihan kata dalam berkomentar penting agar komentar yang kita sampaikan mudah dimengerti dan alasan yang kita kemukakan dapat diterima oleh orang yang mendengar komentar kita. Orang yang berkomentar harus memahami betul permasalahan yang sedang dibicarakan, sehingga menghindarkan dari kesalahpahaman dalam penafsiran komentar tersebut. Penyampaiannyapun sebaiknya menggunakan bahasa yang santun dan sopan. Bahasa yang sopan dan santun membuat komentar kita dapat mudah dipahami dan tidak menyinggung semua pihak yang ada.
Contoh permasalahan yang membutuhkan komentar
Facebook
Facebook adalah salah satu sarana komunikasi yang menghubungkan berbagai macam orang dari berbagai belahan dunia. Awal kemunculannya, sebagian besar orang menganggap bahwa facebook adalah suatu sarana yang sangat bermanfaat. Penggunaannyapun sangat mudah, sehingga hanya dalam rentan waktu yang singkat banyak orang yang mulai menggemarinya. Namun terlepas dari manfaatnya, muncul berbagai permasalahan seiring dengan perkembangan zaman. Facebook mulai disalahgunakan oleh pihak-pihak yang kurang bertanggungjawab. Salah satunya, facebook digunakan sebagai ajang penawaran gadis-gadis penghibur dalam dunia prostitusi.

Komentar : Facebook selain memberikan dampak positif, yakni dapat menghubungkan berbagai orang dari berbagai dunia, juga memberikan dampak negatif, yakni disalahgunakan orang yang tidak bertanggung jawab yang berhubungan dengan tindak kriminal. Diantaranya kasus prostitusi, penculikan, dan penipuan.


Memerankan Tokoh Drama
Drama adalah suatu karya yang mengungkapkan sisi kehidupan manusia dalam bentuk dialog dan dipentaskan. Pemeran / pelaku dalam drama disebut tokoh. Memerankan tokoh drama berarti memerankan karakter tokoh yang terdapat dalam naskah drama. Sebelum memerankan tokoh, sebaiknya kita memperhatikan unsur-unsur dalam drama, yang meliputi :
1. Tema : gagasan / ide / dasar cerita
2. Alur : tahapan cerita yang berkesinambungan
Selain hal-hal diatas, agar seseorang dapat memerankan tokoh dalam drama dengan baik, maka pemeran sebaiknya juga memerhatikan hal-hal berikut :
1. Memahami isi cerita / naskah drama secara utuh
2. Menjiwai peran yang akan dibawakan baik karakter / sifat maupun penampilan
3. Melatih teknik olah vokal dan gerak
4. Menghafalkan naskah drama dengan sungguh-sungguh
Penampilan yang dituntut adalah dalam hal pengucapan yakni lafal, intonasi, dan ekspresi.
- Lafal adalah cara seseorang dalam mengucapkan bunyi bahasa. Dalam memerankan tokoh, kata-kata yang diucapkan harus jelas sehingga maksud dari isi cerita tersebut dapat tersalurkan.
- Intonasi adalah lagu kalimat, pola perubahan nada yang dihasilkan pemeran dalam waktu mengucapkan ujaran atau bagian-bagiannya. Intonasi disini antara lain intonasi datar, tinggi, dan rendah.
- Ekspresi adalah gerakan tubuh dan gambaran raut muka untuk memperlihatkan perasaan. Misalnya untuk menggambarkan perasaan gembira, raut muka sering tersenyum dan sumringah. Perasaan khawatir digambarkan dengan gerak tubuh yang mondar-mandir.

Contoh naskah drama
Bertanam Sayur dalam Pot
Dita : “Selamat pagi, Pak ? sedang apa Pak ?”
Pak Jono : “Oh..Dita, Selamat pagi. Ini Bapak lagi menanam sayur.”
Dita : “Lho menanam sayur kok di dalam pot, bisa tumbuh subur ?”
Pak Jono : “Tentu saja bisa, asal memperhatikan hal-hal yang dibutuhkan tanaman”
Dita :” Wah menarik sekali kelihatannya. Memang apa saja yang dibutuhkan sayuran dalam pot itu Pak ?”
Pak Jono : “Pot yang digunakan harus nyaman, cukup besar, dan di bagian dasar diberi lubang untuk drainase. Jangan lupa juga selalu merawatnya, dengan disiram secara teratur dan diberi pupuk secara berkala.”
Dita :” Sayuran apa saja yang bisa ditanam, Pak ?”
Pak Jono :” Banyak, misalnya selada, tomat, cabe, wortel, bayam, dan terong.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar