MODEL 2 : CONNECTED
A. Pengertian
Model Connected atau model penghubung adalah model pengembangan kurikulum yang menghubungkan satu topik dgn topik berikutnya , satu konsep dengan konsep lainya, satu keterampilan dengan keterampilan lainnya , dalam satu mata pelajaran.Model terhubung ini penekanannya terletak pada perlu adanya integrasi inter bidang studi itu sendiri.
Pengertian tersebut menunjukkankan bahwa fokus model connected adalah pada keterkaitan dalam seluruh bidang, keterkaitan antar topik, keterkaitan antar konsep, keterkaitan antar keterampilan, mengaitkan tugas pada hari ini dengan selanjutnya dalam satu semester atau lebih.
B. Penggunaan Model “Connected”
Model connected (keterhubungan) merupakan salah satu model yang tepat digunakan dalam desain pembelajaran IPA Terpadu. Hal ini dikarenakan pada mata pelajaran Fisika, Biologi, dan Kimia juga memiliki karakteristik tersendiri
Pembelajaran IPA terpadu model connected merupakan pembelajar-an yang dirancang atas dasar prinsip keilmuan yang holistik, otentik dan bermakna, sehingga memungkinkan peserta didik baik secara individu maupun secara kelompok untuk memahami konsep-konsep IPA secara komprehensif. Tim guru mulai menggunakan model ini dalam tingkat kelas dapat menjadi strategi bermanfaat untuk mendorong model-model integrasi yang lebih kompleks di kemudian hari.
C. Kelebihan Model “Connected”
1. Bagi Guru
- Guru dapat melihat gambaran yg menyeluh dan kemampuan atau indicator yg digabungkan sehingga kegiatan siswa lebih terarah untuk mencapai kemampuan tersebut.
- Guru dapat menghubungkan ide-ide dlm satu disiplin ilmu.
2. Bagi Siswa
- Siswa memperoleh gambaran yang luas sebagaimana suatu bidang studi yang terfokus pada suatu aspek tertentu.
- Siswa dapat mengembangkan konsep-konsep kunci secara terus menerus, sehingga terjadilah proses internalisasi.
- Menghubungkan ide-ide dalam suatu bidang studi sangat memungkinkan bagi siswa untuk mengkaji, mengkonseptualisasi, memperbaiki, serta mengasimilasi ide-ide secara terus menerus sehingga memudahkan untuk terjadinya proses transfer ide-ide dalam memecahkan masalah.
D. Kelemahan Model “Connected”
1. Bagi Guru
- Tidak mendorong guru untuk bekerja secara tim, sehingga isi dari pelajaran tetap saja terfokus tanpa merentangkan konsep-konsep serta ide-ide antar bidang studi.
- Dalam memadukan ide-ide dalam satu bidang studi, maka usaha untuk mengembangkan keterhubungan antar bidang studi menjadi terabaikan.
2. Bagi Siswa
- Bagi siswa yang mempunyai kemampuan yang rendah, maka akan sedikit kesulitan dalam mengkaji, mengkonseptualisasi, memperbaiki, serta mengasimilasi ide-ide secara terus menerus.
- Dalam mengolah suatu pengetahuan, tidak jarang siswa merasa kesulitan untuk memadukan topik-topik, konsep-konsep, maupun ide-ide dalam satu mata pelajaran, walaupun guru sudah berusaha memadukannya sesuai dengan karakteristik disiplin ilmu.
Kamis, 08 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar